Rabu, 26 November 2014

Materi Religiositas Kelas XII Bab 4: Iman Membarui Hidup Sosial

Materi Pokok 4
IMAN MEMBARUI HIDUP SOSIAL
 

A.    Kompetensi Dasar
Memahami bahwa iman membarui hidup sosial

B.     Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Pada akhir pembelajaran peserta didik-siswi dapat:
1.       Mendeskripsikan situasi hidup sosial yang memprihatinkan.
2.       Mengidentifikasi contoh usaha-usaha pembaruan hidup sosial.
3.       Menjelaskan peranan iman dalam menumbuhkan gerakan pem­baruan sosial.
4.       Menjelaskan bahwa kedekatan hubungan pribadi dengan Tuhan memberi daya atau kekuatan rohani untuk membarui hidup sosial.
5.       Merancang dan melaksanakan sebuah gerakan yang mengubah situasi sosial di lingkungan sekitar.
6.       Membuat laporan atas kegiatan.

C.    Landasan Pemikiran
Tidak dapat dipungkiri bahwa hasil pembangunan yang sangat maju sudah merambah di segala bidang kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), baik di sektor telekomunikasi, pengolahan pangan, produksi sandang, pembangunan gedung dan sebagainya. Kemajuan ini tentu membawa dampak positif dan negatif bagi manusia. Dampak positif itu, antara lain:
1.       Membawa orang lebih dekat kepada Tuhan.
2.       Mendekatkan orang yang satu dengan yang lain berkat keajaiban alat komunikasi dan transportasi.
3.       Menciptakan kemudahan untuk memperoleh sandang, pangan, dan berbagai kesenangan.
Selain dampak positif itu, ada dampak yang memprihatinkan, antara lain:
1.       Bidang politik: birokrasi berbelit-belit, kepentingan pribadi atau golongan berada di belakang keputusan politik, merosotnya supremasi hukum, dan sebagainya.
2.       Bidang ekonomi: pengangguran, eksploitasi tenaga kerja anak, kemiskinan, melebarnya jurang kaya-miskin, utang negara menumpuk, dan se­bagainya.
3.       Bidang sosial budaya: urbanisasi, enggan bekerja kasar, konsumerisme, tingginya tindak kriminalitas, paternalisme, mentalitas KKN, dan se­bagainya.
4.       Bidang agama: kemerosotan moral, penghayatan iman secara sempit, pengabaian nilai-nilai keagamaan, dan sebagainya.
Sebagian besar masyarakat kita merupakan masyarakat transisi, yakni dari masyarakat tradisional ke masyarakat industri dan komunikasi modern, dengan akibat segi material lebih dominan daripada segi spiritual; berkembang sikap individualistis, materialistis, konsumeristis, dan hedonistis; timbul pendangkalan atau krisis nilai, disorientasi hidup, keserakahan, kesewenang-wenangan yang menginjak-injak martabat pribadi dan sebagainya. Berhadapan dengan kenyataan semacam ini, iman ditantang untuk memainkan peranan yang penting.
Selain itu, usaha untuk menciptakan masyarakat madani (civil society) atau masyarakat warga negara bukan hal yang mudah untuk dilakukan, perlu kemauan dan perjuangan yang panjang untuk meraihnya. Munculah berbagai gerakan baik yang bersifat pribadi maupun kelompok, yang berkepentingan untuk menjawab terwujudnya masyarakat madani tersebut, dan gerakan ini tidak memperhitungkan perbedaan latar belakang orang atau kelompok. Misalnya, YSS (Yayasan Sosial Soegijapranata), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qariyah Thayyibah), Gerakan Kemanusiaan Tragedi Sampit, GEMARI (Forum Dialog Generasi antar Iman), FPUB (Forum Persaudaraan Umat Beriman) Yogyakarta, Komunitas Tikar Pandan, dan sebagainya. Gerakan-gerakan yang ada ini dimaksudkan untuk mengupayakan terwujudnya masyarakat madani. Masyarakat madani, yang memiliki aneka perbedaan tetapi hidup dalam kebersamaan, tidak mungkin terbentuk tanpa prinsip toleransi atas pluralisme, yang mengakui dan menerima kenyataan adanya kemajemukan dalam masyarakat. Pengakuan dan penerimaan ini harus diteruskan dengan sikap positif, sehingga kemajemukan diterima bukan sebagai kerugian dan beban, tetapi sebagai keuntungan dan kekayaan. Di sini, pluralisme dipahami sebagai ikatan atas keanekaragaman yang dibingkai dalam keberadaban.
Masyarakat madani menuntut adanya hubungan saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam masyarakat. Kesepakatan - kesepakatan harus dibina dalam mengusahakan pembangunan masyarakat madani, khususnya membela golongan lemah, menggairahkan perbuatan baik untuk sesama, dan menguatkan sikap saling pengertian antara semua warga. Dalam masyarakat madani (civil society) ada hak asasi manusia (civil rights) dan kebebasan manusia (civilliberties), yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Civil rights menunjuk pada pengertian bahwa negara menjamin warga negara memperoleh perlindungan hukum dan kesempatan yang sama untuk melaksanakan hak-hak kewarganegaraannya dan mengambil bagian dalam kehidupan nasional tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, dan sebagainya. Civilliberties menunjuk pada pengertian bahwa negara menjamin kebebasan berbicara, pers, agama, proses hukum, dan pembatasan atas kekuasaan negara untuk mencegah terjadinya pengekangan atau pendiktean atas kegiatan-kegiatan individu.
Ajaran agama dan kepercayaan bukan hanya teori yang merumuskan iman, tetapi mengarahkan perilaku orang beriman untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan dalam hidup sehari-hari, baik secara individu maupun kelompok, sebagai wujud konkret imannya dan tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Betapa pentingnya setiap agama dan kepercayaan, terutama umat dan pemukanya, memiliki pengertian, kepekaan, kesadaran, dan pengetahuan tentang keadaan masyarakat, khususnya masalah-masalah sosial. Orang beriman diharapkan berani membarui masalah-masalah sosial yang ada, karena kedekatannya dengan Tuhan yang menjadi pendorong atau kekuatan melakukan tindakan tersebut. Orang beriman diharapkan berani mempertanggungjawabkan iman, harapan, dan kasihnya, baik kepada orang lain maupun di hadapan Tuhan. Dengan demikian, orang beriman diharapkan mewujudkan imannya secara konkret dalam hidup sehari-hari, yang tampak dalam:
1.       Keterlibatan langsung dengan masalah-masalah sosial yang memprihatinkan.
2.       Keberanian untuk memberikan kesaksian akan nilai-nilai luhur kehidupan, misalnya cinta kasih, perdamaian, keadilan, saling menghormati, menghargai hak milik, dan sebagainya.
3.       Keberanian untuk menanggung risiko karena perjuangannya memulihkan martabat manusia.
Menolong siapapun, tanpa memandang latar belakangnya. Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang imanmem-barui hidup sosial. Anda juga dapat membaca sumber-sumber lain yang sesuai dengan tema untuk memperluas wawasan dan pengetahuan Anda :
1. Agama Islam
Islam menghendaki agar masyarakat manusia itu hidup aman, tenteram dan damai, serta sejahtera baik lahir maupun batin di bawah naungan  Ilahi. Agar kehendak yang mulia tersebut terwujud, sudah tentu setiap anggota dalam masyarakat, terlebih-lebih para pemimpinnya, harus melaksanakan tugas dan kewajiban hidup bermasyarakat dengan sebaik-baiknya.

  1. Agama Katolik
Kristus mendatangkan perubahan revolusioner pada zamannya. Baik laki-laki maupun perempuan diinisiasikan ke dalam perjanjian baru dengan satu upacara yang sama, yakni pembaptisan, sehingga boleh mengambil bagian dalam perjamuan ekaristi secara sama sederajat. Inilah perubahan-perubahan faktual, dengan konsekuensi yang amat besar. Karena kita semua satu dalam Kristus, maka setiap orang dapat melihat dirinya dicerminkan dalam Kristus. Apa pun status sosial kita atau warna kulit kita atau asal-usul kita, Kristus telah menjadi ciptaan baru .

4.       Agama Kristen
            Setiap orang yang telah belajar mengenal Kristus, dan menerima pengajaran di dalam Dia, mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya, yaitu
1.      Membuang dusta dan berkata yang benar seorang kepada yang lain;
2.      Apabila marah tidak berbuat dosa dan tidak menyimpan kemarahan;
3.      Tidak lagi suka mencuri tetapi bekerja keras supaya dapat membagi sesuatu kepada
      orang yang berkekurangan;
4.      Menjaga mulutnya agar tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor, tetapi perkataan
      yang baik dan membangun;
5.      Membuang segala kepahitan, kegeraman, kema­rahan, pertikaian, dan fitnah serta
      segala kejahatan,
6.      Ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.

5.       Agama Hindu
            Para dewa tidak menghendaki kelaparan itu menjadikan kita mati. Orang yang makan yang baik-baik itu tak akan ditimpa kematian dalam berbagai bentuk. Orang yang murah hati, tidak akan merana, sedangkan yang tidak suka berderma tidak akan mendapatkan yang suka padanya.
Orang yang mempunyai makanan, ketika seseorang yang memerlukannya datang minta makanan untuk dimakan dalam keadaan menyedihkan, ia bersikap kaku terhadapnya bahkan pula terhadap orang tua yang datang untuk minta ditolong, maka orang-orang yang demikian itu tidak akan mendapatkan teman yang suka padanya.

6.       Agama Buddha
      Kemajuan sosial (Silabhavana) adalah perkembangan hubungan dan lingkungan sosial antarma-nusia yang baik. Hal ini bisa diperoleh apabila seseorang melaksanakan peraturan (sila) dan mengikuti ajaran Budha dalam hal mewujudkan keadilan sosial. Kehidupan lintas budaya dapat menimbulkan permasalahan penyempitan dan pemiskinan cakrawala wawasan agama seseorang. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi setiap umat Budha untuk mendorong dan memperkuat dirinya masing-masing dalam keyakinan Dhama.
Budha Dhama mengajarkan kepada kita untuk melayani orang banyak, sebagai perjuangan dan pengabdian kita untuk meringankan penderitaan umat manusia, untuk mengembangkan kehidupan beragama dan disiplin keagamaan. Dengan melaksanakan kebajikan-kebajikan tersebut bukan saja berarti hidup baik dan agamis tetapi juga berarti menolong kepada sesama untuk bisa hidup damai dan sejahtera. Melaksanakan kebajikan ini adalah tujuan yang harus dapat kita capai demi keberhasilan kita dalam menghayati dan mengamalkan agama.
      Dalam kehidupannya sehari-hari, peserta didik-siswi dirasa kurang peduli terhadap masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya, misalnya kecenderungan bersikap diam, tidakmau tahu, dan bahkan merasa terbebani hidupnya bila membantu teman yang mengalami kesulitan, menghapus budaya menyontek, terlibat aksi donor darah, mencegah perkelahian pelajar, pemberan-tasan narkoba.
      Melalui materi pokok ini, mereka diajak untuk menyadari bahwa kedekatan hubungan pribadi dengan Tuhan akan menimbulkan daya atau kekuatan untuk terlibat dalam membarui keadaan sosial yang memprihatinkan.

Latihan

I. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan uraian yang jelas !

  1. Sebutkan situasi sosial yang memprihatinkan di masyarakat!
  2. Sebutkan usaha Anda untuk membarui hidup pribadi!
  3. Jelaskan peranan iman dalam menumbuhkan gerakan pembaruan sosial!
  4. Jelaskan bahwa kedekatan hubungan pri­badi dengan Tuhan membawa daya rohani untuk membarui hidup sosial!
  5. Sebutkan dampak positif dari kemajuan IPTEK !
  6. Sebutkan dampak negative dari kemajuan IPTEK !
  7. Bagaiaman cara umat beragama Islam mewujudkan kedamaian ?
  8. Sebutkan usaha Kristus yang mendatangkan perubahan revolusioner pada zamannya
  9. Jelaskan arti dari Kemajuan sosial (Sila-bhavana) dalam agama Budha !
  10. Buatlah penilaian atau tanggapan atas ge­rakan yang mengubah situasi sosial yang tidak baik menjadi situasi yang baik, yang telah Anda lakukan

KISI-KISI UAS GASAL KELAS XII, PENDIDIKAN RELIGIOSITAS

Bab I: Godaan Mengincar, Tuhan Menolong
  1. Pengertian mengenai godaan
  2. Contoh  perbuatan/tindakan yang disebabkan oleh godaan
  3. Contoh godaan yang bersifat kenikmatan, kehormatan dan kekuasaan.
  4. Situasi batin orang yang jatuh dalam godaan
  5. Pengertian dari sikap tegas, kritis, berprinsip dan rendah hati dalam menghadapi godaan.
  6. Mengapa seringkali orang merasa ragu-ragu dalam mengambil keputusan?
  7. Mengapa godaan selalu menyerang sisi lemah manusia?
  8. Buah yang akan diterima bagi orang yang selalu hidup dalam godaan
  9. Cara-cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan
  10. Pengertian anicca dalam agama Budha

Bab II: Iman membarui Hidup Pribadi
  1. Contoh-contoh sikap manusia dalam menghadapi kegagalan dalam hidup.
  2. Sikap-sikap yang perlu dikembangkan untuk mengalami perubahan hidup: EMPATI, OTENTIK, RESPEK, KONFRONTASI dan PERWUJUDAN DIRI. Pahami pengertian masing-masing sikap tersebut.
  3. Apa peranan iman ketika manusia mengalami kegagalan
  4. Adakah kehendak Tuhan dibalik kegagalan manusia
  5. Makna penderitaan dalam ajaran agama katolik
  6. Apa artinya bahwa keselamatan merupakan anugerah Allah?
  7. Refleksi Film The Pianis: Wladislaw Szpilman mengalami penderitaan yang amat mengerikan oleh karena kekejaman rezim Hitler yang berusaha menghapus ras kaum Yahudi. Namun Szpilman mampu melewati penderitaan dalam hidupnya dan bahkan mampu bertahan hidup dalam situasi yang tidak aman. Apa yang membuat dia kuat dalam menghadapi penderitaan hidupnya?

Bab III: Berkorban memberi Hidup
  1. Mengapa di zaman modern ini orang semakin sulit berkorban bagi orang lain?
  2. Mengapa orang mau berkorban untuk orang lain?
  3. Pengertian pengorbanan vertical dan horizontal
  4. Contoh-contoh pengorbanan vertical dan Horizontal
  5. Contoh pengorbanan yang dilakukan Sidharta Gautama.
  6. Syarat mengikuti Yesus dalam agama Kristen

Bab IV: Iman membarui Hidup Sosial
  1. Contoh-contoh dampak positif kemajuan teknologi
  2. Contoh-contoh dampak negatif kemajuan teknologi di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan keagamaan!
  3. Pengertian dari masyarakat Transisi dan Masyarakat Madani
  4. Ciri-ciri masyarakat transisi dan masyarakat madani
  5. Contoh gerakan-gerakan untuk mewujudkan masyarakat madani adalah
  6. Contoh sikap umat beriman yang mau terlibat langsung dengan masalah sosial yang memprihatinkan!
  7. Peran iman terhadap kehidupan masyarakat sosial adalah memberi kekuatan bagi manusia untuk melakukan pembaruan masalah sosial.
  8. Pengertian Civil Rights
  9. Dalam Film Bless The Child, kisah Erick Stark yang mendirikan sebuah lembaga rehabilitasi pecandu narkoba (New Dawn) yang sebenarnya merupakan cara dia mengembangkan ajaran sesatnya (satanisme) merupakan contoh bahwa keyakinan seseorang mempengaruhi kehidupan sosialnya. Apa pengaruh yang diciptakan oleh Erick Stark? Bagaimana akhirnya pengaruh Erick Stark dikalahkan?

Bab V : Firman Tuhan mewujudkan Keadilan dalam Masyarakat
  1. Contoh ketidakadilan yang masih sering terjadi di Indonesia
  2. Tokoh-tokoh pejuang keadilan di Indonesia, misalnya: Rm.YB. Mangunwijaya, Ign.Sandiwan Sumardi, Karlina Leksono Supelli dan Dwi Rosa Damayanti
  3. Tokoh-tokoh pejuang keadilan internasional: Bunda Theresa (dari Calcutta India), Mahatma Gandi, Nelson Mandela.
  4. Pengertian keadilan distributif menurut Aristoteles adalah keadilan yang diberikan kepada seseorang menurut jasanya. Misalnya: pemberian upah buruh, pemberian gaji berdasarkan tingkat pendidikan, kenaikan gaji berdasarkan lama bekerja.
  5. Keadilan komutatif menurut aristoteles adalah keadilan yang diberikan kepada setiap orang sama banyaknya. Misal: pembagian sembako, subsidi BBM.
  6. Contoh lembaga/organisasi yang memperjuangkan keadilan: Komnas HAM, UPC (Urban Poor Consortium), Yayasan Sosial Soegijapranata, CRE (Commision for Racial Equality), Komisi bagi kesamaan ras yang didirikan oleh pemerintah Inggris, Badan-Badan PBB seperti UNHCR, UMCEF, WHO.
  7. Pengertian metta, karuna, mudita dan upekkha dalam agama Budha.
  8. Apa sikap yang harus dikembangkan untuk mengatasi ketidakadilan di negeri ini

RANGKUMAN MATERI BAB III PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI

PERAN HIERARKI DAN KAUM AWAM DALAM GEREJA

PENGERTIAN DAN PERAN HIERARKI
Kata “Hierarki” berasal dari bahasa Yunani hierarchy yang berarti “asal usul suci atau tata susunan”. Menurut ajaran resmi Gereja Katolik, susunan, struktur hierarki sekaligus merupakan hakikat kehidupannya juga. Maka dari itu dalam himpunan yang tersusun secara hierarkis yaitu para Rasul telah berusaha mengangkat para pengganti mereka. Struktur Hierarkis Gereja yang sekarang terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya, dan para Imam serta Diakon sebagai pembantu Uskup. Para Uskup pengganti para Rasul yang dipimpin oleh Paus pengganti Petrus bertugas melayani, menggembalakan jemaat (bdk. Yoh 21: 15-19) bersama para pembantu mereka, yakni para Imam dan Diakon. Sebagai wakil Kristus, mereka memimpin kawanan yang mereka gembalakan (pimpin), sebagai guru dalam ajaran, Imam dalam ibadat suci, dan pelayan dalam bimbingan.

Uskup
Pada dasarnya Paus adalah seorang Uskup. Paus adalah pemimpin/kepala Dewan Uskup. Seorang Uskup selalu berkarya dalam persekutuan dengan para Uskup lain dan mengakui Paus sebagai kepala. Karya seorang Uskup adalah “menjadi asas dan dasar kelihatan bagi kesatuan dalam Gereja-Nya (LG 23). Tugas pokok Uskup di tempatnya sendiri adalah pemersatu. Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas ini dapat disebut tugas kepemimpinan dari para Uskup “dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing”

Para Imam: adalah Wakil Uskup
Di setiap jemaat setempat dalam arti tertentu, mereka menghadirkan Uskup. “Para Imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagi badan Uskup, sebagai penolong dan organ mereka “(LG 28). Tugas konkret para Imam sama seperti Uskup. Mereka ditahbiskan pertama-tama untuk mewartakan Injil (lih. PO 4) dan menggembalakan umat.

Diakon: pelayan, hierarki tingkat yang lebih rendah
Ditumpangi tangan bukan untuk Imamat tetapi untuk pelayanan (LG 29). Mereka ini juga pembantu Uskup, tetapi tidak mewakili. Para Diakon adalah pembantu Usk-up dengan tugas terbatas. Dengan kata lain Diakon adalah pembantu khusus Uskup, sedangkan Imam adalah pembantu umum Uskup.

Kardinal:
Kardinal bukan jabaran hierarkis dan tidak termasuk struktur hierarkis. Kardinal adalah penasehat dan membantu Paus dalam tugas reksa harian seluruh Gereja. Mereka membentuk suatu dewan Kardinal. Jumlah dewan yang berhak memilih Paus dibatasi 120 orang di bawah usia 80 tahun. Seorang Kardinal dipilih oleh Paus secara bebas.

Fungsi Khusus Hierarki
Seluruh umat Allah mengambil bagian di dalam tugas Kristus sebagai nabi (mengajar), Imam (menguduskan), dan Raja (menggembalakan). Pada kenyataannya umat tidak seragam, maka Gereja mengenal pembagian tugas tiap komponen umat (hierarki, biarawan/biarawati, dan Awam). Menjalankan tugas dengan cara yang berbeda. Berdasarkan keterangan yang telah diungkapkan di atas, fungsi khusus hierarki adalah:
-  Menjalankan tugas Gerejani, yakni tugas-tugas yang langsung dan eksplistis menyangkut kehidupan beriman Gereja, seperti: pelayanan sakramen-sakramen, mengajar, dan sebagainya.
-  Menjalankan tugas kepemimpinan dalam komunikasi iman. Hierarki mem-persatukan umat dalam iman dengan petunjuk, nasihat, dan teladan.

Corak Kepemimpinan dalam Gereja
-          Kepemimpinan dalam Gereja merupakan suatu panggilan khusus di mana campur tangan Tuhan merupakan unsur yang dominan. Kepemimpinan Gereja tidak diangkat oleh manusia berdasarkan bakat, kecakapan, atau prestasi tertentu. Kepemimpinan dalam Gereja tidak diperoleh oleh kekuatan manusia sendiri. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Kepemimpinan dalam masyarakat dapat diperjuangkan oleh manusia, tetapi kepemimpinan dalam Gereja tidaklah demikian.
-          Kepemimpinan dalam Gereja bersifat mengabdi dan melayani dalam arti semurni-murninya, walaupun ia sungguh mempunyai wewenang yang berasal dari Kristus sendiri.
-          Kepemimpinan gerejani adalah kepemimpinan melayani, bukan untuk dilayani, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri. Maka Paus disebut sebagai “Servus Servorum Dei”=hamba dari hamba-hamba Allah.
-       Kepemimpinan hierarki berasal dari Tuhan, maka tidak dapat dihapuskan oleh manusia. Kepemimpinan dalam masyarakat dapat diturunkan oleh manusia, karena ia memang diangkat dan diteguhkan oleh manusia.

PENGERTIAN DAN PERAN KAUM AWAM
Istilah “Awam” diterjemahkan dari kata Yunani “Laikos” yang berarti bukan ahli.Dalam kaitan dengan kehidupan agama Yahudi, kelompok “Awam” adalah anggota umat yang bukan golongan Imam atau Levit yang terkenal sebagai ahli Kitab Suci (Taurat). Kompendium Ajaran Sosial Gereja menjelaskan bahwa “ciri khas hakiki
Kaum Awam beriman yang bekerja di kebun anggur Tuhan (bdk.Mat 20:1-16) adalah corak sekular dari kemuridan mereka sebagai orang Kristen, yang justru dilaksanakan di dalam dunia”. Fakta dalam kehidupan gereja, bagian terbesar dalam Gereja adalah Kaum Awam. Kaum Awam dalam gereja tidak menjalankan tugas pelayanan suci atau menerimakan sakramen-sakramen, melainkan menghayati panggilan hidunya dengan cara menjalankan tugas-tugas sesuai dengan peran atau pekerjaannya. Tokoh kaum awam Katolik yang menjadi teladan dalam perannya di masyarakat adalah Ignatius Joseph Kasimo (buku cetak hlm.47). Melalui  Partai Katolik yang didirikannya IJ. Kasimo bersaksi bahwa iman katolik adalah iman yang harusnya menggema dalam hidup bermasyarakat sehari-hari. IJ. Kasimo melihat politik sebagai sebuah sarana perjuangan yang harus dilaksanakan dengan menjunjung kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Yang dimaksud dengan istilah Awam disini ialah semua orang beriman kristiani kecuali mereka yang termasuk golongan Imam atau status religius yang diakui dalam Gereja. Jadi kaum beriman kristiani, yang berkat  babtis telah menjadi anggota tubuh Kristus, terhimpun menjadi Umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas Imamat, kenabian dan rajawi Kristus, dengan demikian sesuai dengan kemampuan mereka melaksanakan perutusan segenap Umat kristiani dalam
Gereja dan di dunia. Ciri khas dan istimewa Kaum Awam yakni sifat keduniaannya. Sebab mereka yang termasuk golongan Imam, meskipun kadang-kadang memang dapat berkecimpung dalam urusan-urusan keduniaan, juga dengan mengamalkan profesi keduniaan, berdasarkan panggilan khusus dan tugas mereka terutama diperuntukkan bagi pelayanan suci. Sedangkan para religius dengan status hidup mereka memberi kesaksian yang cemerlang dan luhur, bahwa dunia tidak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah, tanpa semangat Sabda bahagia. Berdasarkan panggilan mereka yang khas, Kaum Awam wajib mencari kerajaan Allah, dengan mengurusi hal-hal yang fana dan mengaturnya seturut kehendak Allah. Mereka hidup dalam dunia, artinya: menjalankan segala macam tugas dan pekerjaan duniawi, dan berada ditengah kenyataan biasa hidup berkeluarga dan sosial. Hidup mereka kurang lebih terjalin dengan itu semua. Di situlah mereka dipanggil oleh Allah, untuk menunaikan tugas mereka sendiri dengan dijiwai semangat Injil, dan dengan demikian ibarat ragi membawa sumbangan mereka demi pengudusan dunia bagaikan dari dalam. Begitulah mereka memancarkan iman, harapan dan cinta kasih terutama dengan kesaksian hidup mereka, serta menampakkan Kristus kepada sesama. Jadi tugas mereka yang istimewa yakni: menyinari dan mengatur semua hal-hal fana, yang erat-erat melibatkan mereka, sedemikian rupa, sehingga itu semua selalu terlaksana dan berkembang menurut kehendak Kristus, demi kemuliaan Sang Pencipta dan Penebus”.

TAMBAHAN CATATAN UNTUK BAHAN UAS GASAL KELAS XI

ARTI DAN MAKNA GEREJA:
Apa itu Gereja? Apabila pertanyaan tersebut ditujukan kepada Umat katolik sendiri, banyak yang menjawab Gereja sebagai tempat ibadat atau tempat untuk misa agama katolik atau agama kristen lainnya. Ada pula yang menjawab Gereja itu sebuah organisasi rohani atau keagamaan dengan pemimpinnya Paus, Uskup, Imam. Bagi orang-orang non kristen, Gereja sama dengan tempat ibadat orang kristiani, atau bahkan Gereja adalah sebuah lembaga sosial keagamaan warisan bangsa kolonial ratusan tahun silam. Istilah atau kata “Gereja” selain diartikan sebagai sebuah gedung atau tempat orang Kristiani beribadat, juga mengandung pengertian sebagai kumpulan orang-orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Gereja sebagai Umat Allah bukanlah pertama-tama organisasi manusiawi, melainkan perwujudan dari karya keselamatan Allah. Arti dan Makna Gereja” menurut ekklesiologi sesudah Konsili Vatikan II adalah Gereja adalah Umat Allah, semua anggota terlibat dalam pewartaan kristus. Gereja Umat Allah berdasarkan pengalaman iman Bangsa Israel dipahami sebagai bangsa terpilih.
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”(1Kor.12:12). Kutipan kata-kata santo Paulus kepada jemaat di Korintus tersebut menegaskan bahwa Gereja terdiri dari banyak anggota namun satu kesatuan dalam Kristus. Paham Gereja sebagai Umat Allah mengakui kesamaan martabat dan peran semua anggota Gereja, mereka berbeda dalam hal fungsi dan perannya.
Gereja sebagai persekutuan yang terbuka artinya semua warga Gereja diajak menyadari pentingnya  keterbukaan bagi penganut agama lain.

Cara Hidup Jemaat Perdana (Kisah Para Rasul/Kis.4:32-37)
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka, karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
37 Ia menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Makna Kutipan Kitab Suci Kisah Para Rasul
·         Kitab Suci (Kis 4:32-37) di atas memberikan gambaran yang ideal terhadap komunitas/persekutuan Umat Perdana. Cara hidup Umat Perdana tersebut tetap relevan bagi kita hingga sekarang. Kebersamaan dan menganggap semua adalah milik bersama mengungkapkan persahabatan yang ideal pada waktu itu. Yang pokok ialah bahwa semua anggota jemaat dicukupi kebutuhannya dan tidak seorang pun menyimpan kekayaan bagi dirinya sendiri sementara yang lain berkekurangan.

Mungkin saja kita tidak dapat menirunya secara harafiah, sebab situasi sosial-ekonomi kita sudah sangat berbeda. Namun, semangat dasarnya dapat kita tiru, yaitu kepekaan terhadap situasi sosial-ekonomis sesama saudara dalam persekutuan Umat. Kebersamaan kita dalam hidup menggereja tidak boleh terbatas pada hal-hal rohani seperti doa, perayaan ibadah, kegiatan-kegiatan pembinaan iman, tetapi harus juga menyentuh kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya seperti yang sekarang digalakkan dalam Komunitas Basis Gereja.

KISI-KISI UAS GASAL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI


Para siswa SMA Theresiana ytk, berikut bahan-bahan untuk Ulangan Akhir Semester. Silahkan belajar dari buku cetak dan rangkuman materi yang sudah saya buatkan untuk Anda! Selamat Belajar, Tuhan Memberkati! 

1.      Pengertian Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus.
2.      Gereja sebagai Umat Allah merupakan perwujudan dari karya keselamatan Allah
3.      Ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah.
4.      ”Arti dan Makna Gereja” menurut ekklesiologi sesudah Konsili Vatikan I
5.      Pengertian Gereja Umat Allah berdasarkan pengalaman iman Bangsa Israel.
6.      Hakikat Gereja sebagai umat Allah
7.      Kutipan Surat Santo Paulus kepada jemaat di Korintus tentang kesatuan gereja Umat Allah.
8.      Kesamaan martabat dan peran semua anggota Gereja.
9.      Pengertian Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
10.  Siapa saja orang yang masuk dalam kelompok kaum hierarki?
11.  Sebutkan bentuk-bentuk kegiatan yang menjadi contoh dan tanda bawa Gereja adalah persekutuan yang terbuka.
12.  Jelaskan pengertian sifat Gereja Katolik adalah Satu.
13.  Kepemimpinan gereja katolik secara universal.
14.  Mengapa gereja katolik disebut kudus?15.  Usaha-usaha untuk memperjuangkan kekudusan anggota gereja.
16.  Pengertian Kata Katolik berasal dari bahasa Latin “catholicus”
17.  Apa sumber kekudusan dalam Gereja?18.  Pengertian Gereja bersifat Apostolik.
19.  Pengertian Tradisi Suci.
20.  Sebutkan contoh sikap/tindakan yang merupakan ungkapan iman.
21.  Sikap/cara hidup yang khas dari umat beriman.
22.  Sebutkan tugas-tugas seorang pemuka agama.
23.  Siapa pemimpin tertinggi umat katolik seluruh dunia saat ini
24.  Jelaskan usaha-usaha memaknai kesatuan gereja.
25.  Apa makna sabda Yesus dalam Injil Mat.16: 18.
26.  Siapa pengganti Petrus di jaman sekarang ini.
27.  Siapa Penasehat utama Paus yang bertugas membantu Paus dalam menjalankan tugas pastoralnya.
28.  Apa saja Core Value (nilai inti) yang akan selalu dikembangkan di sekolah-sekolah Theresiana
29.  Sebutkan ciri-ciri orang yang memiliki sukacita dalam dirinya.
30.  Apa pengertian kaum awam dalam Gereja Katolik.
31.  Sebutkan salah satu upaya untuk mengembangkan sikap sukacita dalam diri kita.
32.  Jelaskan akibat dari sikap hidup beragama yang dihayati sebatas melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan.
33.  Apakah sebutan untuk proses pemilihan Paus.
34.  Siapa saja pemuka agama katolik yang termasuk dalam kelompok kaum Hierarki.
35.  Kekhasan tugas dari kaum awam36.  Apa makna sabda Yesus: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya, selain dibuang dan diinjak orang” (Mat.5: 13).
37.  Contoh sikap keterbukaan gereja terhadap budaya dan istiadat setempat.
38.  Makna tiga kaul atau tiga prasetya para biarawan biarawati
39.  Ciri-ciri orang yang sungguh beriman40.  makna kehidupan dan kehadiran Yesus di dunia.
41.  sikap orang Yahudi terhadap kehadiran dan karya Yesus42.  makna kata-kata Yesus: “Ya Bapa, sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”.
43.  Kejadian alam yang menyertai peristiwa ketika Yesus wafat di salib.
44.  Tanda/bukti bahwa Yesus bangkit dari kematian.
45.  Kekhasan kepemimpinan dalam Gereja.
46.  Siapa Pendiri Partai Katolik, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Selasa 8 November 2011?
47.  Ciri khas dan istimewa Kaum Awam dalam Gereja yakni sifat keduniaannya. Arti pernyataan tersebut adalah…48.  Bentuk keterlibatan umat di dalam perayaan ekaristi
49.  Siapa Uskup Keuskupan Agung Jakarta saat ini?
50.  Siapa Uskup Keuskupan Agung Semarang saat ini?51.  Siapan nama Kardinal Indonesia saat ini?52.  Disebut apa petugas yang membantu Romo dalam membagikan komuni pada saat perayaan ekaristi.
53.  Kekhasan cara hidup Umat Perdana yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul  4: 32-37.
54.  Jelaskan gambaran/model Gereja yang terungkap dalam Kisah Para Rasul  4: 32-37?
55.  Jelaskan korelasi/keterkaitan cara hidup Umat Perdana dengan kehidupan umat jaman sekarang.
56.  Sebutkan tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh anggota Gereja untuk mewujudkan sifat keterbukaan gereja.
57.  Buatlah sebuah doa yang berisi mengenai ungkapan syukur atas keberagaman agama di Indonesia dan permohonan untuk kesatuan seluruh umat beriman!
58.  Buatlah doa yang berisi ungkapan syukur dan permohonan atas kehadiran dan pelayanan para pemuka agama!59.  Apa saja yang telah dilakukan oleh Bp. Ignatius Joseph Kasimo bagi masyarakat Indonesia?60.  Apakah pekerjaan manusia di dunia ini bisa menjadi sarana untuk mengabdi kepada Tuhan?