Selasa, 23 September 2014

Materi Pokok 2 Pendidikan Religiositas untuk SMA Kelas XII



Materi Pokok 2
IMAN MEMBARUI HIDUP PRIBADI



A.    Kompetensi Dasar
Memahami bahwa iman membarui hidup pribadi.
B.     Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Pada akhir pembelajaran peserta didik dapat:
1.        Mengidentifikasi pengalaman gagal dan jatuh dalam hidup pribadi.
2.        Mengidentifikasi contoh usaha-usaha pembaruan hidup pribadi.
3.        Menjelaskan peranan iman dalam hidup.
4.        Menjelaskan bahwa kedekatan hubungan pribadi dengan Tuhan memberi daya atau kekuatan rohani untuk membarui hidup pribadi.
5.        Membuat kegiatan sebagai bentuk pembaharuan hidup demi masa depan
6.        Membuat laporan atas kegiatan.

C.    Landasan Pemikiran
Setiap orang menginginkan hidupnya selalu berhasil. Kenyataan yang terjadi adalah orang sering mengalami kegagalan dalam hidupnya, misalnya gagal dalam studi, cinta, kerja, usaha, mendidik anak, pergaulan, dan sebagainya. Peristiwa kegagalan sering dihayati sebagai peristiwa akhir dari segala-galanya, atau tidak ada harapan sama sekali. Akibatnya orang semakin jatuh ke dalam kegagalan itu sendiri dan tidak mau berusaha mengatasinya. Orang lebih memilih untuk lari dari kenyataan, dengan melakukan sesuatu yang dianggapnya mampu mengatasi persoalan tersebut, misalnya minum minuman keras, mengkonsumsi narkoba, berjudi, begadang, foya-foya, dan sebagainya. Bila hal ini tidak mampu mengatasi kegagalan hidupnya, orang menjadi frustasi, putus asa, dan akhirnya melakukan bunuh diri.
Sikap yang tepat ketika orang mengalami kegagalan adalah menyikapi kegagalan itu dengan bijaksana. Orang tidak larut dalam kegagalan, tetapi mau bangkit dan berusaha agar tidak mengalami kegagalan lagi. Orang seperti ini akan mengalami perubahan hidup pribadinya. Perubahan hidup itu dapat terjadi kalau orang memiliki lima sikap:
1.      EMPATI, yaitu kesanggupan untuk merasakan dan mengerti dengan tepat apa yang dialami dan dirasakan, serta mampu mengungkapkan pengertian itu dengan jelas.
2.      OTENTIK, yaitu sikap jujur dan terbuka untuk mengungkapkan apa yang sesungguhnya ada dalam dirinya. Tidak menutup-nutupi meski nyatanya jelek atau memalukan.
3.      RESPEK, yaitu sikap mau menerima diri apa adanya dengan penuh kasih, karena sadar bahwa dirinya tetap bernilai dan memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi lebih baik.
4.      KONFRONTASI, yaitu sikap mau mencari kekurangan dan kelemahan diri, serta menyadari sepenuhnya bahwa kekurangan dan kelemahan itu sebagai miliknya.
5.      PERWUJUDAN DIRI, yaitu sikap berjuang untuk mencapai realisasi diri
yang semakin penuh.
Sikap-sikap inilah yang menjadikan orang mau bangkit dan berusaha membarui diri dan hidupnya. Pembaruan ini dapat dilakukan dengan merefleksi keberhasilan dan kegagalan yang dialami, menerima kenyataan yang dialami, bertanya kepada teman atau sahabat, berdoa, dan sebagainya.
Tuhan menciptakan dunia dan manusia karena kebaikan-Nya, serta untuk membagikan kebaikan-Nya, tetapi orang selalu bertanya: mengapa saya susah? mengapa saya gagal? mengapa saya menderita? Di sini, orang ditantang untuk mengakui kebaikan Tuhan, meski mengalami keg'agalan dan penderitaan yang dapat menghancurkan hidupnya. Kegagalan dan penderitaan tidak perlu diterangkan, tetapi harus dihadapi baik secara pribadi maupun bersama de-ngan Tuhan. Harapannya bahwa orang dapat menerima hidup dan tetap menghargainya sebagai anugerah Tuhan. Sikap seperti ini sungguh meng-andaikan adanya iman akan Allah Pencipta. Dalam iman, orang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan sehingga menimbulkan harapan akan janji Tuhan yang diberikan kepadanya. Iman berarti jawaban atas panggilan Tuhan, penyerahan diri kepada Tuhan yang menjumpai orang secara pribadi. Dengan demikian, semakin beriman dan dekat dengan Tuhan, orang semakin tergerak untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya dengan bersikap jujur, selalu bersyukur, dapat menerima orang lain, menyadari kelemahan, mau berusaha ketika gagal, selalu berdoa, dan sebagainya.
Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang iman membarui hidup pribadi.
1.      Agama Islam
      Fungsi iman kepada Allah SWT adalah:
1.      Menyadarkan manusia untuk selalu ingat kepa­da Allah SWT. Manusia yang senantiasa ingat Allah SWT tentu akan memperoleh banyak hikmah.
2.      Mengembangkan kemampuan untuk melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang yang betul-betul beriman pada Allah tentu akan memiliki jiwa ihsan (keyakinan seakan-akan berhadapan dengan Allah atau perbuatannya selalu dilihat Allah).
Orang yang berjiwa ihsan tentu akan senantiasa bertakwa, sedangkan orang bertakwa tentu akan mem-peroleh surga dan terhindar dari neraka.

2. Agama Katolik
Iman adalah jawaban atas panggilan yang diterima dengan penuh percaya. Dengan mengikuti pang­gilan, orang diterangi sehingga semakin mengerti dan mengetahui betapa besar cinta kasih ilahi. Panggilan ini pantas dijawab dengan mencintai Tuhan dengan segenap hati. Dengan beriman, manusia menyerah-kan diri seluruhnya secara bebas kepada Tuhan, de­ngan menundukkan akal budi dan kemauan kepada Tuhan yang menyampaikan wahyu-Nya, dan dengan menerima isi wahyu secara rela.

3. Agama Kristen
Iman dipahami sebagai sikap dan tindakan manusia yang percaya kepada kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus. Percaya (to believe) dan mempercayakan (to trust) adalah sikap dan tindakan manusia yang mau mengarahkan, mengandalkan hidup ke­pada Allah dan di dalam Allah. Sikap manusia yang ingin selalu bersekutu dengan Allah. Dalam iman terkandung ketaatan kepada Allah, yaitu sikap percaya kepada Allah. Kemudian pengetahuan tentang Allah. Dasar pengetahuan tentang Allah yang menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus. Sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk terus berupaya mengetahui tentang Allah. Harapan dan iman menempatkan kita dalam kerangka janji keselamatan yang akan kita terima pada waktunya kelak. Keselamatan adalah anugerah Allah. Oleh sebab itu, tidak ada sesuatu yang patut dibanggakan oleh manusia selain rasa syukur, terima kasih kepada Allah yang telah membebaskan manusia dari dosa.

4. Agama Hindu
Kitab suci Bhagavadgita, Adhyaya XIII, sloka 8 menyatakan bahwa manusia terikat oleh keduniawian yaitu berupa kelahiran-kematian-umur tua-penyakit-penderitaan lahir dan batin dan dosa (kesalahan). Dunia material ini membelenggu setiap manusia. Seseorang yang tidak tanggap atau tidak mengerti kenyataan ini menjadi terombang-ambing dalam samudera hidup yang luas. Tidak sedikit yang terhempas, jatuh dan terlempar ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Dunia material membelenggu dan menipu orang sehingga lupa akan kesejatiannya.

5. Agama Buddha
Apa artinya pencapaian Penerangan Sempurna oleh Buddha Gotama bagi manusia?
Pertama, Buddha Gotama membuka mata kita akan adanya suatu potensi di dalam diri umat manu­sia untuk mencapai kesempurnaan. la menyibak awan ketidaktahuan dan mendorong kita mengembangkan potensi itu secara maksimal.
Kedua, Budha Gotama membukakan pintu menuju pembebasan kepada semua makhluk tanpa pilih bulu. Kasta, warna kulit, jenis kelamin, atau label-label agama, tidak berarti bagi-Nya: semua bisa memperoleh manfaat dari Dharma.
Ketiga, Buddha Gotama telah menunjukkan bahwa pencapaian Penerangan sempurna dan pelepasan dari penderitaan adalah mungkin tanpa harus menggantungkan diri pada faktor-faktor luar seperti: upacara-upacara, pemberian kurban, dan sebagainya. Manusia memiliki kapasitas untuk menyelamatkan dirinya sendiri, seandainya ia menyadari hal itu.
Melalui materi pokok ini, peserta didik-siswi diajak untuk menyadari bahwa dalam hidup ini mereka dapat mengalami kegagalan dan keberhasilan. Ketika berhasil, mereka dapat menerima keberhasilan itu dan mensyukurinya. Tetapi ketika gagal, mereka tidak menyalahkan orang lain atau penyebab lain atau lari dari kenyataan, namun berani untuk bangkit dan membangun semangat baru guna menatap masa depan. Selain itu, mereka diajak untuk menyadari bahwa iman dapat membarui hidup pribadinya.


Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan uraian yang jelas !

  1. Identifikasikan pengalaman gagal dan jatuh dalam hidup pribadi Anda!
  2. Identifikasikan contoh usaha-usaha pembaruan hidup pribadi Anda!
  3. Jelaskan peranan iman dalam hidup Anda!
  4. Jelaskan bahwa kedekatan hubungan pri­badi dengan Tuhan memberi daya atau kekuatan rohani untuk membarui hidup pribadi!
  5. Jelaskan arti  empati !
  6. Sebutkan 5 lima sikap:perubahan hidup yang dapat dimiliki oleh seseorang!
  7. Jelaskan pengertian iman, menurut agama Katolik !
  8. Sebutkan 2 fungsi iman menurut agama Islam !
  9. Sebutkan 5 macam kegagalan dan keberhasilan yang sering di alami seseorang !
  10.  Ceritakan hasil yang Anda peroleh dari kegiatan yang dapat membarui hidup Anda demi masa depan!

Minggu, 21 September 2014

Materi Pokok 1 Pendidikan Religiositas untuk SMA Kelas XII



Materi Pokok 1
GODAAN MENGINCAR, TUHAN MENOLONG
 

A.    Kompetensi Dasar
Memahami bahwa godaan mengincar kehidupan dan Tuhan menolong manusia untuk mengatasi.

B.     Indikator pencapaian hasil belajar
Pada akhir pembelajaran peserta didik dapat:
1.       Mengidentifikasi macam-macam godaan.
2.       Menceritakan pengalaman menghadapi situasi 'sulit' yang membuat dirinya tergoda.
3.       Mendeskripsikan arti godaan.
4.       Mengidentifikasi cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan.
5.       Membuat kegiatan yang menunjukan perubahan perilaku antarteman dalam rangka menangkal godaan.
6.       Mengevaluasi atas pelaksanaan kegiatan.

C.    Landasan Pemikiran
Sangatlah menggembirakan bahwa kemajuan dunia, dalam banyak hal, berlangsung cepat dan mengagumkan, tetapi kita semakin mudah tergoda dengan janji-janji dan harapan-harapan yang serba mudah untuk mencari kenikmatan hidup. Untuk mencapai semuanya itu, orang sering melakukan jalan pintas, misalnya korupsi, penipuan, keserakahan, pelacuran. Bahkan, orang mengejar kehormatan, kemuliaan, kemewahan, kemegahan atau kemasyhuran, baik bagi dirinya sendiri maupun kelompoknya, dengan jalan menjual kehormatan pribadi.
Godaan didefinisikan sebagai suatu rangsangan untuk melakukan tin­dakan yang kurang pantas atau berbuat dosa. Godaan belum merupakan dosa, asalkan orang tidak mencarinya atau dengan senang hati mengikutinya. Go­daan selalu berkaitan dengan kepentingan pribadi. Demi kepentingan pribadi itu, orang sampai hati mengorbankan sesamanya secara tidak manusiawi atau melanggar ajaran agama dan kepercayaan.
Orang diberi berbagai tawaran, kemudahan, fasilitas menarik yang menyebabkan orang jatuh ke dalam godaan yang menyesatkan, kejahatan, bahkan dosa. Aneka godaan ini dapat dikelompokkan menjadi:
1.       Godaan yang bersifat kenikmatan atau kemewahan: mencuri, berbohong, berjudi, melihat gambar atau firm porno, mencari kepuasan badani atau seksual, menggunakan narkoba, minum minuman beralkohol, dan sebagainya.
2.       Godaan yang bersifat kekuasaan: gila kekuasaan, berlaku sebagai diktator atau otoriter, melupakan kepentingan umum atau rakyat, menindas, mengintimidasi, menakut-nakuti, memperkaya diri, dan sebagainya.
3.       Godaan atas kehormatan atau kemasyuran: sombong, angkuh, merasa yang terhormat, melihat orang lain tidak berarti atau meremehkan orang lain, tidak memerlukan bantuan Tuhan, dan sebagainya.
Setiap orang pernah mengalami godaan. Situasi batin orang yang jatuh dalam godaan biasanya merasa khawatir, bimbang, ragu-ragu, cemas, bersalah, berdosa, jauh dari Tuhan, tak berani berdoa, tersiksa, stres, dan sebagainya. Orang yang jatuh dalam godaan biasanya memikirkan dosa, penderitaan abadi atau neraka, Tuhan yang menghukum, hukum karma, dan sebagainya.
Godaan memiliki ciri-ciri: menyerang sisi lemah manusia, memberi alasan seolah-olah yang dilakukan adalah baik, memberi tawaran yang sepertinya baik dan selalu berbuah kejahatan. Godaan selalu bertujuan menghambat kemajuan orang dalam segala hal. Orang menjadi tidak berani mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan itu. Orang takut gagal dan dibingungkan oleh kekuatan jahat yang menggodanya.
Sikap semacam ini dapat dilihat pula dalam diri peserta didik-siswi sebagai orang muda. Dalam masa mudanya ini, mereka tidak saja mengalami perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikis, yakni emosi, keinginan dan kemampuan untuk berdikari, mulai merencanakan tujuan hidup yang ideal bagi dirinya. Perubahan-perubahan tersebut sangat mempengaruhi perilaku hidup mereka dalam menghadapi godaan yang menimpa dirinya. Mereka cenderung lari dari perjuangan hidup dan kesulitan hidup.
Adapun, usaha yang dapat dikembangkan untuk menghadapi godaan hidup, antara lain:
1.  Bersikap tegas: sikap menolak tanpa kompromi terhadap godaan, berani dan tanpa ragu-ragu untuk melangkah. Anda tidak boleh ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan. Orang bersikap ragu-ragu dapat disebabkan oleh:
a.       Kesulitan mengambil tindakan berdasarkan keputusan itu sendiri
b.      Pemikiran akan masalah yang dianggap belum lengkap dan menyeluruh
c.       perasaan takut gagal
d.      keraguan dalam mengambil keputusan, antara fakta dan kata hati, sehingga takut bertindak.
2.  Berprinsip: orang harus mempunyai prinsip untuk mengatasi godaan,
yaitu mendahulukan prioritas utama yang hendak diambil berdasarkan fakta yang sudah dipertimbangkan.
3.  Bersikap kritis: sikap peka dan hati-hati menghadapi godaan yang ada
dalam dirinya, agar keputusan yang diambil tidak keliru.
4.  Bersikap rendah hati, sebagai ciptaan Tuhan yang terbatas, yang tidak sempurna. Dengan kesadaran ini, orang diharapkan selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan sesamanya, sehingga rela hidup bergandengan tangan, saling mencintai, dan mau mendengarkan orang lain meski menyakitkan.
5.  Mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, misalnya berdoa, berpuasa, ziarah, membaca kitab suci, dan sebagainya, untuk menyadari keterbatasannya dan pertolongan Tuhan dalam mengatasi godaan. Selain itu, orang membuka hati kepada Tuhan Sang Pencipta, mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan dalam hati, menumpahkan segala isi hati di hadapan Tuhan dengan segala kekhawatiran dan harapannya.
Semua agama dan kepercayaan menyatakan bahwa godaan akan menyengsarakan orang. Mengingat akan kelemahannya, maka orang perlu berpegang pada Tuhan karena Dialah segala-galanya bagi hidupnya, Pencipta dunia dan isinya, Dia sebagai pusat dan hijuan hidupnya. Tuhan menolong orang untuk mengatasi godaan dengan berbagai cara, dalam peristiwa hidup sehari-hari. Di satu pihak, orang tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri yang terbatas ini. Orang harus mempunyai kesadaran bahwa pertolongan yang sejati datangnya dari Tuhan. Di lain pihak, orang harus bersikap tegas untuk mengalahkan godaan, sehingga ketika orang digoda, dia segera menyadari bahwa godaan sedang menghampirinya dan dia dapat menolak godaan itu dengan tegas.
Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang godaan dalam kehidupan manusia.
1. Agama Islam
Setan menggoda manusia melalui beberapa pintu masuk, berupa bisikan negatif       dalam dada  
manusia, antara lain:
1.      Ambisi yang berlebihan dan prasangka buruk terhadap Tuhan yang melahirkan budaya mumpung dan kekikiran. Hal ini diatasi dengan keyakinan terhadap kemurahan hati ilahi serta rasa puas terhadap hasil usaha maksimal yang halal
2.      Gemerlap duniawi diatasi dengan sikap zuhud dan kesadaran ketidakkonsistenan kehidupan duniawi.
3.      Merasa lebih dari orang lain bahwa yang sedang dilakukannya adalah benar dan baik.Hal ini ditutup dengan kesadaran bahwa penilaian Tuhan ditetapkan dengan memperhatikan keadaan seseorang hingga akhir usianya.
4.      Memperkecil dosa atau menambah kebaikan sehingga orang melakukan dosa dengan alasan dosa kecil atau enggan berbuat baik dengan alasan malu karena amat sederhana. Hal ini ditampik dengan menyadari bahwa dosa dilakukan terhadap Tuhan dan bahwaTuhan tidak menilai bentuk perbuatan semata-mata tapi juga niat dan sikap sese­orang.
5.      Riya' atau ingin dipuji baik sebelum, pada saat, maupun sesudah melakukan satu aktivitas. Hal ini dihindari dengan menyadari bahwa Tuhan tidak menerima amal yang berpamrih.

2. Agama Buddha
Manusia tidak boleh terhanyut oleh harta benda karena semua benda adalah tidak kekal (anikka), se­mua benda adalah penderitaan (dukkha), dan semua benda tidak mempunyai jati diri yang terpisah sendiri (anatta). Semua benda tidak kekal maksudnya ialah semua benda berubah tanpa henti, tidak ada sesuatu pun yang bisa bertahan, tidak berubah bahkan untuk sekejap saja. Manusia yang berpegang pada benda-benda dan lekat padanya hanya akan menimbulkan penderitaan. Hal yang harus dilakukan adalah menghindari perbuatan buruk, melakukan kebajikan, dan menyucikan pikiran.
Pengamatan pikiran yang penuh nafsu dapat diperoleh dengan mengamati jenis-jenis pikir­an, yang meliputi pikiran atau gagasan yang salah mengenai kesenangan indria, mengenai objek-objek yang ingin dimiliki, yang didambakan, dan terhadapnya kita mengikatkan diri; gagasan untuk menghancurkan orang lain, untuk melukai atau membunuh; gagasan untuk melakukan sesuatu yang kejam. Sementara itu pikiran yang benar meliputi gagasan yang berkenaan dengan pelepasan, bebas dari keinginan memiliki benda-benda yang biasanya didam­bakan orang; gagasan untuk tidak melakukan hal yang merugikan orang lain yang timbul dari latihan metta atau kasih sayang.

3. Agama Katolik
Kalau manusia mau menjamin kesejahteraannya dan dasar hidupnya dengan dayanya sendiri, maka dari mana ia mengambil sumber untuk itu? la harus mengambilnya dari manusia yang lain dan dari dunia sekitarnya. Oleh karena itu, dalam diri manusia berkembang suatu kehausan yang tak terbatas akan kuasa dan kekayaan. Karena manusia perlu menja­min hidupnya, maka sesama yang hidup dari sumber yang sama menjadi saingan. Kemudian setiap orang berusaha menguasai orang lain supaya ia bisa me-lindungi diri terhadap mereka dan supaya ia memperoleh materiil dari mereka bagi dirinya sendiri.

4. Agama Kristen
Kisah jatuhnya manusia ke dalam dosa yang tersurat dalam Kejadian 3:1-24, sebenarnya merupakan bahan refleksi agar manusia senantiasa waspada agar tidak tergoda untuk menuruti keinginan melepaskan diri dari keterpautan dan ketaatannya kepada Allah. Beberapa cara yang dilakukan penggoda supaya manusia melanggar perintah Allah, yaitu
1. Membangkitkan keraguan (Kejadian 3:1-2);
2. Memutarbalikkan firman Allah (Kejadian 3:4-5);
3. Membangkitkan keinginan seakan melanggar perintah Allah akan membuat dirinya menjadi seperti Allah.(Kejadian 3:6).

5. Agama Hindu
Hanya awidya (kurang bijaksana) menyebabkan manusia terikat oleh benda-benda keduniawian. Kalau direnungkan justru manusia sering diombangambingkan oleh pasang surut gelombang benda duniawi yang menimbulkan perasaan duka, iri hati, marah, gelap, dan Iain-lain. Oleh karena itu, sungguh sia-sia andaikata manusia terikat oleh benda kenikmatan duniawi yang sering menggoncangkan hidup dan ketenteraman sukmanya.
Kehidupan peserta didik-siswi SMA/SMK tidak lepas dari berbagai godaan. Godaan yang menyebabkan mereka jatuh dalam kesalahan dan kejahatan, mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Lama-kelamaan mereka menjadi masa bodoh dengan hati nurani, ajaran yang baik, dan bahkan mencari jalan pintas untuk mewujudkan keinginannya, misalnya memperoleh nilai baik dengan mencontek, memiliki uang dengan berbohong kepada orang tua atau meng-gunakan uang SPP, mengatasi masalah dengan minum minuman keras atau mengkonsumsi narkoba, dan sebagainya.
Melalui materi pokok ini, mereka diajak untuk makin menyadari bahwa godaan itu ada dalam kehidupan setiap orang, dengan segala bentuknya. Dengan bersandar pada pertolongan Tuhan dan sikap tegas, orang dapat mengenali godaan yang datang dan mencoba untuk mengatasinya.

Latihan
 I. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan uraian yang jelas !

  1. Identifikasikan macam-macam godaan!
  2. Ceritakan pengalaman Anda dalam menghadapi situasi 'sulit' yang membuat diri
    Anda tergoda!
  3. Deskripsikan arti godaan?
  4. Berilah contoh teks atau cerita kitab suci agama dan kitab ajaran kepercayaan yang
    berkaitan dengan cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan?
  5. Sebutkan 5 (lima) usaha yang perlu di kembangkan dalam menghadapi godaan hidup!
  6. Jelaskan ciri-ciri godaan!
  7. Mengapa godaan berkaitan denga kepentingan pribadi !
  8. Menurut agama Kristen, sebutkan beberapa cara yang dilakukan penggoda supaya manusia melanggar perintah Allah!
  9. Menurut agama budha semua benda tidak kekal. Jelaskan maksudnya !
  10.  Jelaskan cara Tuhan membantu manusia mengatasi godaan!